7 Perpustakaan Unik yang Ada di Indonesia, Dengan Tema Berbeda

7 Perpustakaan Unik yang Ada di Indonesia, Dengan Tema Berbeda
7 Perpustakaan Unik yang Ada di Indonesia, Dengan Tema Berbeda

Sukagosip.com – 7 Perpustakaan Unik yang Ada di Indonesia, Dengan Tema Berbeda, Sekarang ini ada sangat banyak tempat nongkrong atau hangout, dari mulai mal sampai kafe. Tetapi sudah pernahkah terbersit di pikiranmu untuk coba hangout di perpustakaan? Yup, perpustakaan, bangunan yang sampai kini sama menjadi spot favorite beberapa penggemar buku.

Eits, janganlah memandang sepele perpustakaan. Bangunan yang dipenuhi jejeran rack berisi buku-buku itu nyatanya dapat juga menjadi pilihan spot nongkrong sama rekan dekatmu lho. Bahkan juga, tempatnya dapat tidak kalah kece dari kafe-kafe hits. Tidak hanya menjadi tempat membaca serta mencari ide, perpustakaan dapat jadi tempat berkarya, berhubungan dengan orang yang lain alias nambah rekan baru, sampai belajar seni.

Di Indonesia, ada banyak perpustakaan memiliki konsep unik. Dari mulai design bangunan, tata ruangan, koleksi bukunya sampai bermacam pekerjaan yang diadakan disana.

Kamu tertarik membaca buku sekalian nongkrong di perpustakaan? Kamu dapat berkunjung ke perpustakaan unik yang tawarkan situasi berlainan nih. Dimana saja tempatnya? Yuk langsung baca penjelasan yang dirangkum sukagosip.com dari beberapa sumber, Senin (3/9), di bawah ini.

Baca Juga >>> Foto Momen Lebaran yang Unik Seperti Keluarga ini Pakai Tema 4 Film Hollywood

1. Perpustakaan terbuat dari sampah kotak es krim, microlibrary, Bandung.

Di Bandung, terdapat sebuah perpustakaan yang terbuat dari limbah. Dinding perpustakaan bernama microlibrary ini terbuat dari susunan limbah wadah es krim sebanyak 2.000 buah. Tak cuma itu, dinding dari wadah es krim itu ternyata juga menyimpan pesan lho. Ribuan wadah es krim tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk kode binari dengan kalimat “Buku adalah jendela dunia” yang dapat dibaca dari kejauhan.

Perpustakaan seluas 160 meter persegi yang berdiri di Jalan Bima Nomor 100 B Bandung itu terdiri dari dua lantai. Ruang perpustakaannya sendiri berada di bagian atas. Kolongnya yang dibiarkan terbuka, menjadi ruang serba guna. Salah satunya digunakan untuk latihan tarian modern grup kabaret anak sekolah. Nah, kamu menikmati desain bangunan yang antimainstream ini sambil hangout sama teman segengmu nih.

2. Kamu bisa jalan-jalan di Perpustakaan Universitas Indonesia, Jakarta yang sangat luas.

Perpustakaan yang disebut sebagai crystal of knowledge ini merupakan perpustakaan pusat Universitas Indonesia (UI), Depok. Perpustakaan ini menyediakan 3 hingga 5 juta judul buku lho!

Dengan luas 2,5 hektare, perpustakaan ini konon disebut sebagai perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara lho. Menariknya, perpustakaan UI tersebut terbuka untuk umum. Jadi meskipun kamu bukan mahasiswa UI, kamu pun bisa memanfaatkan fasilitas di perpustakaan tersebut.

Makin lengkap, perpustakaan ini memiliki ruang terbuka hijau untuk menikmati pemandangan di sekitar danau Rektorat UI. Ada juga restoran, kafe, kedai kopi, dan lounge area. Bisa jadi spot yang cocok buat hangout sekaligus baca buku, deh.

3. Perpustakaan khusus buku anak-anak dan parenting di Rabbit Hole, Jakarta.

Berawal dari kegemarannya mengoleksi buku dan membuat buku anak, Psikolog Devi Raissa M.Psi menghadirkan perpustakaan Rabbit Hole.

Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, di sini hanya menyediakan buku khusus bertema parenting serta buku anak-anak. Bangunan perpustakaan mini yang berada di Jl. Bangka IID No. 5, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini sekaligus berfungsi sebagai pabrik buku.

Meski begitu, perpustakaan ini menerima kunjungan untuk umum atau kelompok kok. Sayangnya, pengunjung hanya diperkenankan membaca buku di tempat aja.

4. Membaca di tengah hutan di Perpustakaan PDTS Kebun Binatang Surabaya.

Ingin membaca buku dengan suasana yang berbeda? Kamu bisa mengunjungi perpustakaan milik Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Surabaya. Keunikan perpustakaan ini adalah mengusung konsep hutan belantara. Bahkan rak-raknya berbentuk hewan-hewan dengan aneka warna. Di sini kamu bisa membaca buku dengan nuansa hutan yang hijau.

Di perpustakaan ini kamu bisa mengakses sekitar 1.500 buku dari berbagai jenis. Ada buku tentang fauna dan satwa, ada pula buku-buku pengetahuan umum. Selain itu ada juga buku-buku yang bisa dijadikan rujukan skripsi untuk mahasiswa.

5. Bekerja sambil membaca buku di C2O library & collabtive, Surabaya.

Perpustakaan yang didirikan pada tahun 2008 ini merupakan perpustakaan sekaligus ruang lab kolaboratif swadaya untuk belajar, berinteraksi dan berkarya. C2O Library & Collabtive ini terletak di Jalan Dr Cipto No 20 Surabaya.

Di sini kamu bisa menemukan lebih dari 5.000 buku dari berbagai genre. Mulai dari sastra, sejarah, kajian budaya, sosial, fotografi, desain grafis hingga buku-buku langka semacam kumpulan buku-buku Soekarno, Bung Hatta, dan lain-lainnya.

Sesuai dengan konsepnya, di sini kamu nggak cuma bisa baca buku, tapi juga bisa bekerja, berkarya, atau berinteraksi dengan berbagai komunitas. Selain itu, di sini juga punya beragam kegiatan yang menarik seperti lokakarya, diskusi buku, pemutaran film, juga pameran. Kece banget, kan?

6. Nikmati budaya Bali di perpustakaan Pondok Pekak Ubud, Bali.

Pondok Pekak Ubud ini bukan sekadar perpustakaan biasa. Pondok Pekak Ubud ini awalnya digunakan sebagai perpustakaan yang memberikan pengetahuan tentang lingkungan. Seiring berjalannya waktu, Pondok Pekak Library di Ubud, menjadi salah satu tempat wisata di Ubud, dengan tujuan untuk mempromosikan pengetahuan alam, lingkungan dan budaya di Bali.

Yup, di perpustakaan ini pengunjung nggak cuma bisa membaca koleksi buku yang mencapai 30 ribu, tapi juga bisa belajar musik tradisional, tari tarian, gamelan, pembuatan topeng, hingga ukiran kayu khas tradisional Bali.

Perpustakan yang terletak di Jl. Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar ini bisa diakses orang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dari penduduk lokal hingga wisatawan asing dan ekspatriat yang tinggal di Bali. Selain untuk tempat belajar, Pondok Pekak Ubud sering sebagai tempat berbagai pertunjukan, pembacaan puisi, hingga workshop.

7. Sensasi membaca di dalam kontainer di Kontainer Pustaka, Malang.

Sebuah perpustakaan di Jalan Sultan Agung, Malang, Jawa Timur secara kreatif dibangun dari tujuh kontainer bekas. Perpustakaan kontainer penuh warna tersebut memiliki 6.000 koleksi buku yang bisa dibaca oleh masyarakat setempat secara gratis. Tak cuma bahannya yang unik, bentuk bangunan perpustakaan yang dinamai Taman Baca dan Poligigi “Amin” ini menyerupai egrang, sebuah permainan tradisional yang terbuat dari bilah bambu.

Tempat duduk untuk membaca buku juga bertebaran di tiap-tiap kontainer. Kamu bisa duduk di sofa empuk dan nyaman atau juga duduk di kursi-kursi yang berada di kiri kanan rak buku yang berjajar rapi.