Film ‘Kisah Nyata’ yang Ditayangkan di Trans7 Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di Trans7 Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie
Film ‘Kisah Nyata’ yang Ditayangkan di Trans7 Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Sukagosip.com – Film ‘Kisah Nyata’ yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie, Salah seorang cicit dari tokoh yang dihormati di Medan, Tjong A Fie, Ricco Richeza Prawira Tjong memprotes penayangan program ‘Kisah Nyata’ di Trans7.

Film dokumenter itu mengklaim merupakan kisah nyata. Yang Ricco protes dari tayangan tersebut adalah pada episode yang mengisahkan tentang hal-hal mistis di kediaman keluarga Tjong A Fie.

Keluarga besar keturunan Tjong A Fie merasa keberatan. Bahkan dia anggap tayangan tersebut telah mengolok-olok sosok leluhurnya.

 Digambarkan, di rumah tersebut memiliki sisi mistis yang cukup kental dan membuat bulu kuduk bergidik.

Padahal, menurut Ricco yang selama 17 tahun tinggal di rumah itu, dirinya tak pernah merasakan hal mistis apapun.

Baca Juga: Video Gokil Seorang Polisi Yang Dikutuk Jadi Batu Karena Menilang Ibu Sendiri

Film ‘Kisah Nyata’ yang Ditayangkan di Trans7 Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Parahnya lagi, sampai-sampai digambarkan di film itu, kalau buyutnya, yakni Tjong A Fie sampai ikut ke dalam mobil pengunjungnya.

Dan yang lebih membuat Ricco geram, pembuatan film itu tanpa sepengetahuan keluarga sama sekali.

Termasuk saat wawancara dengan tour guide Rumah Tjong A Fie, menurutnya hal itu tidak seizin pihak pemilik rumah.

Pihak pembuat film berdalih, dirinya sebagai mahasiswa yang sedang membuat film. Wanita yang ada dalam rekaman tersebut pun ingat betul kalau yang mewawancarainya itu tidak membawa kamera.

Hal itu sontak saja membuat Ricco dan keluarga besar Tjong A Fie marah besar.

Ricco pun melampiaskan kemarahannya di akun Instagram miliknya.

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Selain Ricco, keturuan Tjong A Fie lain yang memprotes penayangan film tersebut adalah Mimi Tjong.

“Kita keberatan dibuat seperti itu, kendati mereka membuatnya di rumah lain, tapi mengangkat sosok Tjong A Fie,” ujar Mimi kepada Tribun-Medan.com, Selasa (30/1/2018).

Dia mengatakan, keluarga besar Tjong A Fie tidak terima rumah peninggalan kakeknya dijadikan film misteri rumah hantu.

“Masak foto Tjong A Fie dibuat goyang-goyang matanya, itu kan sudah gak benar,” katanya.

Anggiea Prawira Tjong selaku cicit Tjong A Fie juga mengaku terkejut dengan apa yang telah ditayangkan Trans7 tersebut.

“Sungguh saya terkejut dengan apa yang saya saksikan tadi malam di @officialtrans7.Sebuah acara televisi yg mengangkat tentang Tjong A Fie, yang berjudul ‘kisah nyata’,” tulisnya di dalam akun media sosialnya.

Awalnya dia mengapresiasi dan berbangga hati karena mengira acara tersebut akan menyajikan informasi aktual, yang mengangkat konten sejarah dan keragaman budaya yang ada di Indonesia.

Namun kenyataannya justru sebaliknya, tayangan itu malah terkesan mengolok-olok sosok leluhurnya.

“Ya paling tidak, saya yakin acara ini akan menyajikan konten positif yg mengedukasi. Tetapi yang saya tonton malah sebaliknya. Acara ini justru mempermainkan dan memperolok-olok sosok Tjong A Fie dan kediamannya itu sendiri,” katanya.

Bahkan lebih celaka lagi katanya, katanya film itu meyinggung isu ras yang menurutnya sangat tidak layak dipertontonkan di TV nasional.

“Saya sebagai cicit dan bagian dari keluarga besar Tjong A Fie, merasa sangat kecewa dan menyayangkan atas apa yang telah ditayangkan @trans7 dan @maxpictures.ftv,” ucapnya.

Simak tayangannya:

Menurutnya Tjong A Fie Mansion merupakan rumah, tempat berkumpul, berdoa dan bersyukur bagi kami para keturunannya.

Rumah kediaman yg terletak di daerah kesawan medan ini juga adalah sebuah Cagar Budaya Nasional yg kini difungsikan jg sebagai sebuah museum yang merepresentasikan sejarah dan kebudayaan Cina-Indonesia yang ada di kota medan, sebuah warisan budaya adiluhung yang harus dilestarikan.

“Bukan rumah hantu. Saya tidak habis pikir dan ingin mengetahui landasan berpikir seperti apa hingga, stasiun tv nasional @officialtrans7 dan @maxpictures.ftv bisa memproduksi dan menayangkan acara tersebut, terlebih tidak ada izin apapun baik lisan atau tertulis dari pihak keluarga kami,” tegasnya.

“Sungguh sangat sangat ngecewakan dan menyayat hati. Apakah tidak ada konten atau cara lain yg lebih bijaksana dan bermutu dalam menyajikan tontonan yang edukatif kepada masyarakat indonesia?” sesalnya.

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Tanggapan Trans7

Menanggapi protes tersebut, pihak Trans7 pun melayangkan surat permintaan maaf.

Ricco Richeza Prawira Tjong mengunggah permintaan maaf tersebut lewat akun Instagram-nya.

Pihak Trans7 berjanji akan menghubungi production house (PH) pembuat film tersebut.

Ini pernyataan Trans7:

“Mohon maaf atas kesalahan info yang terjadi pada tayangan Kisah Nyata, program tersebut adalah program yang dibuat oleh Production House dan TRANS7 adalah pihak yang bekerjasama.

Saat ini kami sedang mengupayakan komunikasi dengan pihak Production House.

Untuk hasil komunikasi dengan pihak Production House akan kami infokan secepatnya, terimakasih dan mohon maaf atas kesalahan yang terjadi.”

Tak hanya itu, tayangan tersebut juga sudah dihapus di YouTube.

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Sekelumit tentang Tjong A Fie

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie

Diketahui, Tjong A Fie (lahir di Guangdong, 1860 dan wafat di Medan, 1921) adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang keturunan Tiongkok. Dia sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera, Indonesia.

Tjong A Fie mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan untuk bisnisnya tersebut.

Karena kesuksesannya tersebut, Tjong A Fie dekat dengan para kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Ma’moen Al Rasyid, serta pejabat-pejabat kolonial Belanda.

Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai “Kapitan Tionghoa” (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian.

Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik.

Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.

Film 'Kisah Nyata' yang Ditayangkan di TransTv Dianggap Mengolok-olok Sosok Tjong A Fie