HEBOH! Nama Tommy Suharto Hingga Prabowo Masuk Dalam Daftar Paradise Papers

HEBOH! Nama Tommy Suharto Hingga Prabowo Masuk Dalam Daftar Paradise Papers
HEBOH! Nama Tommy Suharto Hingga Prabowo Masuk Dalam Daftar Paradise Papers

Sukagosip.com – HEBOH! Nama Tommy Suharto Hingga Prabowo Masuk Dalam Daftar Paradise Papers, Panama Papers pernah menghebohkan dunia pada 2016 setelah datanya diungkap oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Kini ICIJ kembali mengungkap data serupa yang bernama ‘Paradise Papers’.

Paradise Papers mengungkap banyak nama tokoh dunia terkait aktivitasoffshore perusahaan. Dokumen ini dirilis oleh ICIJ serentak bersama 95 media partnernya di berbagai negara pada Senin (6/11/2017) waktu Indonesia.

Baca Juga: 1000 Orang Nganggur Akibat Tutupnya Hotel Alexis, Ternyata ini Yang Mempersulit Izin Hotel Alexis

HEBOH! Nama Tommy Suharto Hingga Prabowo Masuk Dalam Daftar Paradise Papers

Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, masuk dalam laporan International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) yang merilis Paradise Papers pada Minggu (5/11/2017) kemarin.

Paradise Papers berisi data-data rahasia mengenai finansial kaum berkuasa dan kaya.

Adapun media mitra ICIJ di antaranya Tempo dari Indonesia, BBC dari Inggris, The New York Times dari Amerika Serikat, dan ABC dari Australia. Investigasi ini melibatkan 200 jurnalis dari 70 negara.

Sebanyak 13,4 juta data diungkap dalam investigasi ini. Kali ini firma penyedia layanan offshore bernama Appleby, yang beroperasi di Bermuda, dan firma lainnya bernama Asiaciti.

Dikutip dari situs ICIJ, sebanyak 120 nama politikus dan pemimpin dunia di antaranya Ratu Elizabeth II hingga PM Kanada Justin Trudeau. Ada pula nama tokoh dari Indonesia, yakni Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), hingga Prabowo Subianto.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo adalah direktur dan wakil ketua Sumber Daya Energi Nusantara yang terdaftar di Bermuda.

Perusahaan yang terdaftar pada tahun 2001 terdaftar sebagai “debitur yang buruk,” menurut catatan Appleby dan ditutup pada tahun 2004.

Perusahaan Singapura yang juga bernama Nusantara Energy Resources sekarang menjadi bagian dari Grup Nusantara, sebuah perusahaan sumber daya yang sebagian dikendalikan oleh Prabowo.