Lagi Heboh! Adik Prabowo Minta Jatah Jabatan ke Anies Baswedan

Lagi Heboh! Adik Prabowo Minta Jatah Jabatan ke Anies Baswedan
Lagi Heboh! Adik Prabowo Minta Jatah Jabatan ke Anies Baswedan

Sukagosip.com – Lagi Heboh! Adik Prabowo Minta Jatah Jabatan ke Anies Baswedan,  Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo melamar posisi Ketua Dewan Pengawas Kebun Binatang Ragunan ke Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

“Saya sampaikan (keinginan) untuk memimpin Kebun Binatang Ragunan lagi. Saya melamar dan beliau setuju. Dalam waktu yang tidak lama lagi, saya akan jadi ketua dewan pengawas Kebun Binatang Ragunan,” ujar Hashim setelah bertemu Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Baca Juga: Seorang Pemuda Berumur 17 Tahun Melahirkan Bayi Laki – Laki Saat Dioperasi

Lagi Heboh! Adik Prabowo Minta Jatah Jabatan ke Anies Baswedan

Saefullah mengatakan siapa saja yang suka dengan hewan dan memiliki pengalaman banyak di bidang itu bisa melamar.

“Nggak masalah kalau dia mau. Pertama orang itu harus suka dengan komunikasi perhewanan,” ujar Saefullah di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017)

Pada tahun 2013 atau era Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hashim sudah menduduki posisi tersebut.

Tetapi pada akhir desember 2014, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan,.

“Harapannya, ke depan, supaya Ragunan itu bertaraf Internasional. Kan ini kebum binatang kota kedua terbesar di dunia. Ini suatu adet ibu kota yang luar biasa,” kata Hashim.

Kemudian Saefullah bercerita pernah memberikan nama Lestari pada anak gajah di Ragunan. Kala itu ia berharap gajah tersebut bisa hidup lama.

“Jadi kalau saya ke Ragunan, saya tanya itu anak saya sehat nggak? (Dijawab) sehat pak, anak bapak sehat,” kata Saefullah

Penunjukan ketua dewan pengawas ragunan, kata Saefullah, bisa ditentukan langsung gubernur Jakarta. Jika cocok dengan Hashim, Anies bisa mengangkatnya dengan mengeluarkan surat keputusan gubernur Jakarta.

“Kalau ada orang yang suka dan mau, kemudian kalau ada yang sudah bosan di situ barang kali, bisa pergantian. Bisa antar waktu, bisa diganti semuanya juga bisa,” kata dia.