Masyarakat Lintas Agama Bali Minta Polisi Perjelas Kasus Munarman FPI

Masyarakat Lintas Agama Bali Minta Polisi Perjelas Kasus Munarman FPI
Masyarakat Lintas Agama Bali Minta Polisi Perjelas Kasus Munarman FPI

Sukagosip.com – Masyarakat Lintas Agama Bali Minta Polisi Perjelas Kasus Munarman FPI, Masyarakat Lintas Agama Bali menuntut polisi segera menindaklanjuti kasus yang menyeret mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Sejak penetapan status Munarman sebagai tersangka, belum ada perkembangan dari kasus tersebut.

Agustinus Nahat, pengacara yang mengawal kasus dugaan fitnah terhadap pecalang, mendatangi Markas Polda Bali di Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin 15 Mei 2017. Ia menanyakan perkembangan kasus Munarman yang dianggap mangkrak di meja cyber crime.

Baca Juga: Terharu! Perempuan Berjilbab di Padang ini Gelar Aksi Lilin Untuk Ahok Sendirian

Masyarakat Lintas Agama Bali Minta Polisi Perjelas Kasus Munarman FPI

“Kedua kami juga meminta Munarman Cs ditangkap dan ditahan. Kasus ini sudah lama, kami minta segera dituntaskan,” pinta Agustinus di halaman Ditreskrimsus Polda Bali.

Agustinus mengaku telah bertemu dengan Wadirkrimsus Polda Bali Kombes Pol Rudi. Agustinus pun menyampaikan harapannya agar kasus tersebut tak dicabut alias SP 3.

Senada dengan itu, Ketua Patriot Garuda Nusantara Gus Yadi pun meminta Kapolda Bali  Irjen Petrus R Golose turun tangan menyelidiki kasus Munarman. Sebab, Ditreskrimsus terlalu lamban dalam menangani kasus yang meresahkan warga Bali tersebut. Sedangkan pihaknya banyak ditanyakan oleh masyarakat tentang kelanjutan kasus itu dan seakan tidak ada keseriusan dari penyidik.

“Kami ingin meminta jawaban Kapolda atau yang mewakilinya agar masyarakat tidak bertanya-tanya lagi kelanjutan kasus Munarman,” terang Gus Yadi.

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, ratusan masyarakat lintas agama dari GP Anshor, Patriot Garuda Nusantara, Pecalang Bali mendatangi Mapolda Bali. Mereka mengenakan pakaian adat Bali.

Mereka menyuarakan agar tim penyidik segera memenjarakan Munarman. Mereka juga menuntut Polda memburu Ahmad Hazan, pengunggah video terkait ucapan Munarman, yang kini masih buron.

Pertengahan Februari lalu, Munarman menjalani pemeriksaan di Mapolda Bali. Munarman mengaku pernah menyebut pecalang atau petugas keamanan desa adat di Bali melempari rumah warga Muslim. Munarman juga menyebutkan pecalang melarang warga Muslim melakukan salat Jumat.

“Pengakuan itu sudah cukup bagi penyidik,” ujar Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Bali Komisaris Besar Kenedy di Markas Polda Bali beberapa waktu lalu.

Polda Bali juga menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus fitnah terhadap pecalang Bali, yakni Ahmad Hazan. Namun, lanjut Kenedy, sampai saat ini Hazan belum memberikan konfirmasi kehadirannya untuk diperiksa sebagai tersangka.

Hazan ialah orang kepercayaan FPI yang mengelola website dan pemegang password-nya. Ia juga bertugas mengakses kegiatan FPI ke media sosial.

Hazan dianggap bertanggung jawab dalam penyebaran rekaman video tentang ucapan Munarman yang dilaporkan telah menghina dan memfitnah pecalang Bali.

Sumber Terpercaya: Metrotvnews.com